Jumat, 30 November 2012

Demi mengurangi Kemacetan, Sistem Plat Ganjil-Genap Bakal Diterapkan di Jakarta

 ilustrasi macet di jalan thamrin (JG Photo)

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya bersama instansi terkait, bakal mensosialisasikan penerapan sistem genap-ganjil plat nomor kendaraan, awal tahun depan. Sistem itu dinilai mampu mengurangi kemacetan sekitar 30 sampai 40 persen, di Jakarta.

Direktur Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes (Pol) Dwi Sigit Nurmantyas, mengatakan setelah dilakukan pengkajian diputuskan untuk menerapkan sistem genap-ganjil daripada penggunaan warna-warni pada plat nomor kendaraan.



"Kalau warna-warni terlalu banyak warna kombinasi. Nanti kalau masyarakat debat di jalan repot kita. Setelah dikaji kita putuskan yang genap-ganjil. Kami bersama propinsi (Dinas Perhubungan DKI Jakarta) cenderung menggunakan genap-ganjil, karena lebih mudah mengawasi dari pada (warna) gelap terang," ujar Sigit kepada wartawan, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (28/11).

Menyoal bagaimana penerapannya, Kepolisian dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta masih menggodoknya. Sosialisasi akan dilakukan Januari tahun depan.

"Itu nanti ada perda-nya. Nanti, ini masih kita kaji terus bagaimana kesepakatan dengan Pemda. Mulai Januari 2013, kita sosialisasi. Kalau ini didukung, kemacetan Jakarta bakal menurun 30 sampai 40 persen," tambahnya.

Sigit menuturkan, setelah dilakukan sosialisasi, kemudian akan dilakukan uji coba. Jika dinilai efektif, penerapan sistem ini akan diberlakukan.

"Kita rapat dulu, baru pasti kita sosialisasikan, kemudian uji coba. Kalau tak efektif ya kita rubah lagi. Kalau efektif baru dijalankan," katanya.

Dikatakan Sigit, pola penerapan sistem genap-ganjil ini akan dilakukan berkala setiap hari secara bergantian.

"Genap-ganjil kita tinggal lihat, misalnya B 1136 berarti genap, digit terakhir yang kita nilai. Misalnya, nanti Senin genap, besoknya ganjil, Rabu genap lagi. Nanti tekniknya akan kita bicarakan. Ini masih kita godok terus apa risiko kegagalannya, bagaimana penolakan masyarakat, karena setiap kebijakan pasti ada yang setuju ada tidak. Tapi saya optimis yang penting masyarakat dan wartawan mendukung," jelasnya.

Menyoal apa permasalahan yang dihadapi dalam penerapan sistem genap-ganjil, Sigit menuturkan, kerumitannya dalam hal pengawasan.

"Genap ganjil, kerumitannya mata petugas harus mengawasi nomor-nomor itu. Itu yang paling susah. Kalau mobilnya kencang kan susah juga kita awasi. Kita utamakan di jalur yang ada busway-nya, supaya masyarakat yang punya mobil naik Transjakarta," tandasnya.

SUMBER