Muriolobo

Foto yang diambil di salah satu jembatan di desa Muriolobo, Mayong, Jepara, Jawa Tengah, Indonesia

UNDIP

Gedung Prof. Soedarto - Undip, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia

Perpustakaan

Perpustakaan Stienu Jepara, Jawa Tengah, Indonesia`

Undip

Gedung Prof. Soedarto - Undip, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia

Warung SS

Warung Serba Sambal, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia

Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Januari 2013

Membahagiakan Customer Ala Zappos.com

Membahagiakan Customer

Zappos, yang baru saja diakuisisi oleh Amazon, salah satu senjata utamanya adalah customer service. Zappos punya prinsip bahwa customer service bukanlah cost, melainkan investasi. Jika di perusahaan lain, telepon mungkin durasinya dibatasi, maka tidak di Zappos. Di Zappos, mereka yang berada di call center justru didorong untuk menjalin hubungan baik dengan pelanggan. Nomor telepon call center dicantumkan pada setiap halaman website.

Tony Hsieh, CEO Zappos, perusahaan sepatu online yang sukses, memulai bisnisnya dengan sebuah problem. Ia sulit menemukan sepatu dengan model, warna, ukuran, dan lebar yang sesuai, baik secara online maupun offline. Ia kemudian berangan-angan mendirikan perusahaan pilihan pelanggan dengan servis terbaik. Melalui motto "With Zappos, the shoe store comes to you," setiap pelanggan bisa bebas mengungkapkan apa yang ia inginkan pada petugas customer service sampai bisa menemukan sepatu yang paling tepat. Semua frontliners terkesan mempunyai waktu cukup untuk melayani setiap pelanggan, supplier, ataupun vendor. Staff yang kerja di call center sama sekali tidak dibekali dengan script, sehingga mereka dapat berbicara ngalor ngidul dengan pelanggan, dan itu merupakan hal yang sah-sah saja di Zappos. Hanya saja, bukan berarti staf ini bebas begitu saja, karena terdapat kriteria-kriteria tertentu yang menjadi area evaluasi mereka. Tiap hari, Zappos tercatat menangani sekitar 5,000 panggilan telepon. Bila dikalkulasi, semua upaya ini tidak mengeluarkan biaya tinggi, asal seluruh jajaran manajemen mempunyai sikap dan menjiwai keinginan untuk melayani.

Zappos tidak keberatan untuk mengeluarkan biaya mahal, asalkan itu dapat membuat pelanggannya happy. Misalnya, seperti delivery dalam semalam, dimana pelanggan pesan malam, besok pagi barang tiba. Tentu biayanya mahal, namun Zappos bersedia demi menciptakan wow experience bagi pelanggan.

Hasilnya? Zappos mengklaim bahwa 75% dari penjualan mereka berasal dari repeat customer, yakni pelanggan sudah pernah membeli, kemudian membeli lagi. Ini merupakan hasil dari customer service mereka yang kemudian membuahkan customer engagement.


sumber : http://www.kaskus.co.id/thread/50f6d0f2562acf150e000007/membahagiakan-customer-ala-zapposcom/

5 Macam Bisnis Berdasarkan Cashflow

5 Macam Bisnis Berdasarkan Cashflow





Cashflow (CF) atau arus kas adalah darah dalam bisnis. Kehabisan kas, artinya kehabisan darah bisnis.

5 Macam Bisnis berdasar Cash flow (CF) :


1. CF Harian, segala bisnis yang dibayar tunai, seperti retail, minimarket, Rumah Makan, jual sayur, sewa lapangan futsal, pokoknya cash deh!
2. CF Bulanan, segala bisnis yang dibayar bulanan atau tempo 30 hari, seperti rumah kos, supplier tetap, sekolah, kursus, kreditan, fitness.
3. Cashflow Semesteran, segala bisnis yang dibayar berkala, 3 atau 6 bulanan, seperti tempat bimbingan belajar, kursus.
4. Cashflow Tahunan, segala bisnis yang dibayar pertahun, seperti deviden, kontrakan, properti, sekolah Taman Kanak-kanak, playgroup.
5. Cashflow Proyekan, segala bisnis yang tidak pasti dapat ordernya, dibayar setelah selesai, seperti tender-tender konstruksi, perumahan, pengadaan, EO.

Kelebihan dan kekurangan masing-masing cashflow:
• CF harian, memiliki kelebihan di perputaran. Dengan modal yang cekakpun, omset bisa berlipat. Bahkan bisa jadi 2 – 3 kali perputaran tiap harinya. Hanya saja karena marjin yang kecil, beresiko jika ada kerusakan, juga tingkat loyalitas pelanggan, karena rawan perang harga.
• CF bulanan, memiliki kelebihan ’STABIL’, karena seperti sudah dapat ikatan ’abonemen’, tingkat loyalitas dan repeat order-nya terjaga! Kekurangannya, pembayaran seringkali mundur.
• CF semesteran, seperti bimbingan belajar, biasanya membutuhkan waktu untuk mengedukasi pasar, apalagi jika mereknya belum terkenal. Kelebihannya, jika sudah menjadi pelanggan (misal: siswa), jarang mereka berpindah-pindah tempat sampai masa pembelajaran usai.
• CF tahunan, tentu saja tidak bisa dipakai untuk sandaran hidup sehari-hari, kecuali Anda punya rumah 12–> rumah Januari, Februari, Maret, sampai Desember, tiap bulan ada setoran.
• CF proyekan, seringkali menggoda secara marjin, tapi harus dihitung ulang return rata-rata/bulannya. Jangan-jangan lebih kecil daripada jualan sayur! CF proyekan juga tidak dapat diprediksi kapan dapatnya. Selain itu, Anda masih harus memenuhi kebutuhan harian Anda.

Anda bisa mengkombinasikan beberapa atau semua CF diatas untuk mendapat kestabilan. Yang penting, jangan sampai kas Anda kosong! Bahkan dalam kondisi rugipun, asalkan Anda masih bisa mengolah kas dengan cantik (bayar mundur), Anda masih bisa bertahan hidup!
Sebaliknya, meski UNTUNG BESAR, jika kas Anda kosong dan pembayaran tersendat, maka si Untung hanya bualan di KERTAS saja!

“Marjin bukan segalanya, kas lebih utama. Karena kas adalah darah bisnis Anda”

3 Kunci Utama yang Harus Dipahami Oleh Penggerak Bisnis

Dalam hal nya perkembangan berbisnis, pelanggan merupakan orang yang harus dilayani dengan sebaik mungkin. Dengan pelayanan yang prima, pelanggan mampu dibuat setia dan akan terus menerus mempercayakan pada kita menjadi partner bisnis.
Dalam pendekatannya menjaga hati pelanggan merupakan hal yang urgent dalam menjaembangan bisnis kita. Berikut 3 kunci utama dari Michael LeBoeuf, Ph.D. dalam buku nya "Memenangi dan Memelihargan Seumur Hidup":


Quote:1. Sasaran paling utama dari setiap karyawan, termasuk wiraniaga ialah menciptakan dan memelihara pelanggan.
Inti dari bisnis dibidang jasa dan barang merupakan sesuatu yang harus lebih dari sekedar mendapatkan profit. Membuat pelanggan puas merupakan suatu aksi jangka panjang yang akan membuat bisnis kita maju. Dapat dipastikan pemusatan terhadap menjaga agar pelanggan puas akan memberikan keuntungan yang continous. Bahwa dengan memberikan segala kemungkinan yang terbaik kepada pelanggan, maka pada masa mendatang pelanggan yang merasa puas pasti akan kembali lagi.

2. Ada perbedaan besar antara menjual dan membantu seorang untuk membeli.
Ini bukan hanya kata-kata belaka. Perbedaan sesungguhnya ada dalam sikap kita dalam membedakannya. Sesungguhnya penjualan yang biasa merupakan hal yang bersifat manipulatif. Berbeda halnya dengan membantu orang membeli. Membantu orang membeli merupakan penyelidikan terhadap apa yang diinginkan pelanggan. Dan sejauh apakah kita dapat menyediakan/memenuhi kebutuhannya? Jika kita tidak dapat memenuhi kebutuhannya, apa salahnya kita mengantarkan atau menganjurkannya pergi pada orang lain yang bisa lebih memenuhi kebutuhannya daripada kita. Biarlah orang lain yang melayaninya ketika kita tidak bisa memenuhi kebutuhannya. Perlakuan ini telah mencetak dampak positif pada pelanggan bahwa memang kita berniat menolong pelanggan tersebut untuk memenuhi kebutuhannya. Ingat, bujuk rayu menciptakan penjualan. Upaya menolong orang membeli, menciptakan pelanggan.

3. Manusia senang membeli tapi benci kalau orang menjual padanya.
Manusia senang membeli sesuatu yang membuat mereka bangga ketika memakainya. Tugas kita adalah membantu pelanggan itu dalam mendapatkan hal yang membuat dia bangga. Dan bila kita berhasil dalam membantu pelanggan tersebut, maka kita tak perlu pusing-pusing dalam melakukan penjualan. Jadi intinya sekali lagi niatkan "membantu'BUKAN menjual. Walau tujuan akhirnya sama, mendapatkan profit. Tetap renungkan perbedaan ini, orang benci ketika dirinya dijadikan objek penjualan. Tapi ketika orang diberikan bantuan yang bantuannya benar-benar dia butuhkan, maka sang pelanggan tersebut akan merasa sangat senang.




sumber : http://www.kaskus.co.id/thread/50a0fcf5e674b49816000127/all-must-read-3-kunci-utama-yang-harus-dipahami-oleh-penggerak-bisnis/

Kisah Sukses Pengusaha Muda Thailand

Jika di indonesia ada Reza Nurhilman yang berhasil menjual sensasi camilan keripik pedas bermerek Ma Icih yang amat populer, maka di Thailand ada pula pengusaha muda bernama Aitthipat Kulapongvanich yang sukses menjual camilan keripik rumput laut bermerek Tao Kae Noi, yang sanggup meraup omzet yang amat fantastis.

Film produksi Negari Gajah Putih, The Billionaire, menceritakan kisah nyala lika-liku jatuh bangunnya seorang pengusaha (entrepreneur) muda bernama Aitthipat KulapongvanJch (Pachara "Peach" Chirathivat) atau lebih dikenal dengan nama Top" Aitthipat.

Sebenarnya, Aitthipat merupakan seorang anak orang kaya. Namun pada usia 16 tahun, ia begitu terobsesi dengan permainan game online yang mengakibatkan nilai-nilai mata pelajaran sekolahnya merosot. Karena ia sudah tak lagi memiliki hasrat untuk meneruskan sekolahnya, pada usia 17 tahun, Aitthipat dropout dan memutuskan diri untuk menjadi penjaja kacang. Walau dengan modal pengalaman yang amat minimhingga seriug ditipu dan kerja sangat keras, usaha menjual kacang ini tak membuahkan hasil dan justru membuatnya kian terpuruk.

Saat usia Aitthipat genap 18 tahun, keluarganya bangkrut dan meninggalkan utang sebesar 40 juta baht. Kondisi ini menggiring keluarganya untuk eksodus ke luar negeri untuk mencari peruntungan dan membangun kembali bisnisnya. Namun Aitthipat memutuskan untuk tidak mau ikut serta dengan keluarganya hijrah ke luar negeri.

Hingga Dada usia 19 tahun, dia tergerak untuk menciptakan camilan rumput laut yang ia beri nama Tao Kae Noi. Dengan sigapnya, ia lalu mencoba menjual camilan rumput lautnya hingga ia sukses merambah di gerai-gerai sekitar 3.000 cabang 7-Eleven di Thailand.

Karena camilan ini amat disukai oleh banyak orang di sana, kini, pada usia yang ke-26, Aitthipat menjadi produsen camilan rumput laut terlaris di Ihailand dengan omzet hingga 800 juta baht per tahun, dan saat ini ia telah mempekerjakan 2.000 pekerja. Kerajaan bisnisnya ini justru telah bisa membayar utang keluarganya yang bernilai 40 juta bath.

Inspirasi kisah nyata hidup Aitthipat yang luar biasa ini kini difilmkan untuk bisa menggugah semangat entrcpreneurship di negeri Thailand.

Film yang Menginspirasi

Studio Gmm Tai Hub (GTH) memang merupakan salah satu studio film Thailand yang dikenal sering membuat Film-film bernuansa generasi muda yang kreatif. [he Billionaire merupakan salah satu hlm yang gemilang di Thailand karena memiliki nilai inspiratif yang memacu jiwa kewirausahaan anak muda negeri ini, yang juga layak untuk kita apresiasi dan tonton sejarah perjuangannya.

Film ini diarahkan oleh sutradara Songyos Sugmakanan,yang berhasil meraih anugerah Crystal Bear pada Berlin International Film Festival 2006 untuk kriteria Besi Feature Film, Crystal Simorgh pada Fajr Film Festival untuk kriteria Best Director bagi film berjudul Dorm (2006), dan sejumlah penghargaan internasional lainnya.

Sementara itu pemeran utamanya, Pachara "Peach" Chirathivat, merupakan aktor muda kelahiran 10 Mei 1993 yang dikenal telah membintangi film SuckSeed (2011). Peran sebagai Aitthipat cukup mewakili kisah nyata gejolak kehidupan pengusaha muda ini, walau masih belum sempurna. Film dengan durasi 120 menit ini, walau diselingi drama percintaan dan komedi komikal. amat menggugah karena pesan yang coba diangkat berhasil diciptakan melalui film ini.

Nah, jika Anda mampir ke gerai 7-Eleven terdekat dan menemukan camilan bermerek Tao Kae Nai yang konon artinya Pengusaha Muda ini, pastinya Anda akan kembali mengingat film ini. lika ada produser film Indonesia yang tertarik mengadaptasi kisah sukses film kewirausahaan produksi Thailand ini, tak ada salahnya meniru, apalagi sudah ada juga pengusaha muda yang sukses memproduksi bisnis camilan seperti keripik Ma Icih yang juga unik dalam metode strategi pemasaran.



sumber : http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016994039/kisah-sukses-pengusaha-muda-thailand/

Senin, 31 Desember 2012

Download Ebook Riset Produk Amazon dari A sampai Z

Langsung saja download Ebooknya :
download : http://www.mediafire.com/view/?fpj3ss4zj31y51g


sumber : http://www.kaskus.co.id/post/000000000000000754486419#post000000000000000754486419

Bisnis Cepet Melesat Nggak Jaminan Sukses Gan!

Sebelumnya ane mau tanya nih,
1. Buat agan yang belum punya bisnis, apa yg jadi target agan?

2. Buat agan yang udah punya bisnis, alias bisnisnya udah jalan, apa yg jadi target agan?


Sebaiknya jawab dulu ya gan sebelum lanjut....hhe

Nah, sambil agan mikirin jawabannya, ane ngupi dulu ya sedikit..hhe.
Sekarang boleh lah agan lanjutin bacanya. cekidot gan...


Dari dua pertanyaan diatas, biasanya jawabannya nggak jauh2 gan,
1. Kepingin bisnisnya lanching atau running, bisnisnya diketahui orang, minimal tetangga, teman dekat. itu dulu yang terdekat.

2. Bisnisnya tumbuh dengan cepat, bisa orderan yang terus banjir, omzet yang melezit atau cabangnya/agennya/mitranya nambah buanyak, kalau bisa dalam waktu singkat, alias nggak pake lama. Hhe


Nah, kira2 jawaban agan, sama, serupa atau mirip2 gitu gak tuh??

Kalau iya, itu bagus gan. Kita emang kudu punya target. Artinya dua jawabannya diatas emang lumrah. Tapi disini ada yang perlu agan waspadai.

Waspada?? Kenapa musti waspada?? Waspada terhadap apa??

Bisnis itu gan, klaau udah jadi passion, apalagi ditambah hasil yang udah mulai keliatan, akan bikin kita jadi tergila-gila. Nggak puas terus, selalu kepingin hasil yang lebih, lebih besar, lebih banyak, lebih cepet.

Nah, disini ane perlu tekanin gan, karena merupakan titik kritis. Terkadang kita terlau keburu napsu, kepingin cepet2 aje, cepet melabarkan sayap, cepet ekspansi, tambah kapasitas, tambah cabang, tambah investor dan lain-lain.

Tapi kita sering lupa soal KESIAPAN. Ya, kesiapan gan. Agan harus SIAP dengan kapasitas yang lebih besar, SIAP dengan ngelola cabang yang banyak, SIAP berbagi dengan investor yang banyak n aneka kesiapan lainnya.

Tanpa KESIAPAN, bisnis agan malah bisa jadi berantakan. Kok bisa?? Bisa gan! Dan udah banyak kok contohnya.

Ane sedikit share aja nih. Ada sebuah merek makanan cepat saji, sebutlah mereknya X. merek X diawal berjalan memang cukup dikatakan berhasil, dengan omzet yang lumayan. Oleh itulah si pemilik berpikiran untuk ekspansi bisnisnya ini, dia buka sistem waralaba. Berhubung konsep waralaba emang lagi ngetren kala itu karena cara cepet bikin cabang nambah banyak tanpa modal gede.

Setelah dia buka waralaba, banyak investor yang berminat join ke bisnis X ini. Dalam waktu singkat cabangnya banyak di mana-mana.

Tapi sekarang, agan tau gak gimana nasibnya bisnis X ini? Rontok gan.
Satu demi satu cabang yang ada bangkrut, gulung tikar. Yang tersisa cuba beberapa, itupun udah nggak lagi sesuai dengan konsep awal, resepnya udah beda, rasanya udah nggak orisinil. Bisa dibilang tiap cabang berdiri sendiri, nggak punya karakteristik yang jelas. gimana gan kalau udah gini?? jangan sampe dah ya!

Nah,... apa kira2 pesannya gan??

Ya, agan perlu target mau gimana bisnis gan tumbuh, tuliskan pencapaian2 yang agan inginkan. Jalani dan nikmati prosesnya, sembari itu mulailah agan bangun sistem utk bisnis agan. Jangan keburu buru ekspansi besar-besaran kalau gan belum siap dari sisi internal, kuatin dulu fondasi bisnis agan. Dan yang nggak kalah penting siapin juga mental dan ilmunya gan.

Ilmu nyetir motor beda donk sama ilmu nyetir mobil, beda juga kalau mau nyetir pesawat, bukan begitu gan??hhe

Jadi, belajar terus...terus belajar...!
Insyallah Pillar siap jd tempat belajar buat agan! Hhe

Mau bisnis yang cepet naik tapi cepet turun atau bisnis yang bertahan lama?? Itu pilihan agan!

Okeh, selamat berkaya gan, semoga makin sukses di bisnis agan masing2 masing.








sumber : http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000014162276

Senin, 03 Desember 2012

Ini 10 Konglomerat Teratas Indonesia 2012



 JAKARTA, KOMPAS.com — Tahun ini, Indonesia terus mencatat pertumbuhan kelas menengah yang signifikan. Hal itu berkontribusi terhadap peningkatan kekayaan beberapa konglomerat di negeri ini.
Akan tetapi, harga komoditas batubara yang tertekan sepanjang tahun turut menggerus aset para taipan yang memiliki eksposur atau bisnis di sektor tersebut.
Tahun ini, Forbes menaksir total kekayaan 40 orang terkaya di Indonesia mencapai 88,6 miliar dollar AS. Angka tersebut 4 persen lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Inilah daftar 10 konglomerat teratas di Indonesia versi Forbes yang dirilis Rabu (28/11/2012) waktu setempat: