Muriolobo

Foto yang diambil di salah satu jembatan di desa Muriolobo, Mayong, Jepara, Jawa Tengah, Indonesia

UNDIP

Gedung Prof. Soedarto - Undip, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia

Perpustakaan

Perpustakaan Stienu Jepara, Jawa Tengah, Indonesia`

Undip

Gedung Prof. Soedarto - Undip, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia

Warung SS

Warung Serba Sambal, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia

Tampilkan postingan dengan label pria. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pria. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 November 2013

Bahasa Tubuh Pria Saat Kencan Pertama

Kencan pertama adalah momen penting yang menentukan apakah Anda dan si dia berkelanjutan, atau lagi-lagi pulang seorang diri?
Supaya momen kencan pertama berlangsung efektif, coba perhatikan sikap tubuhnya. Dari sana, Anda dapat mengetahui apa yang ia pikirkan tentang Anda. Berikut tiga contekan singkat untuk menguak ‘pesan’ di balik bahasa tubuhnya.
Jika si dia menyilangkan tangan
Pria yang menyilangkan tangan ketika berhadapan dengan perempuan, menandakan bahwa ia merasa gugup, dan tak tahu harus bercakap-cakap mengenai apa dengan Anda. Ini bukan berarti ia tidak menyukai Anda, sebaliknya ia sedang memikirkan cara untuk membuat Anda terkesan. Pria canggung seperti ini dapat ditaklukkan dengan banyak membicarakan hobi dan pekerjaannya, hal seperti ini  akan membuatnya merasa nyaman dan pastinya ingin bertemu Anda lagi.
Jika si dia jarang menatap Anda
Pria yang duduk dengan posisi kedua telapak tangan saling mengepal dan tatapan mata ke bawah, ini pertanda ia belum siap membuka diri pada Anda, maupun hubungan baru lainnya. Bisa jadi ia masih memiliki harapan pada masa lalu. Bila si dia menunjukkan sikap seperti ini, jangan buang waktu Anda, segera berpamitan dan anggap kencan itu tidak pernah terjadi.
Jika si dia menyilangkan kaki ke belakang
Saat seseorang dalam kondisi yakin dan percaya diri, biasanya ditunjukkan dengan sikap tubuh di mana kedua telapak kaki mantap menghadap lantai. Namun, jika ia menyilangkan salah satu kaki ke belakang dengan telapak depan sedikit terangkat, ini merefleksikan bahwa secara emosional ia tidak fokus pada Anda. Bisa jadi pikirannya tengah melayang bersama perempuan lain, atau pada teman-temannya yang saat itu sedang tanding futsal tanpa dirinya.
Posisi duduk yang benar-benar jelas menyampaikan rasa tidak tertarik adalah bila ia duduk dengan posisi agak menyamping. Di mana posisi wajah Anda lurus menghadap bahunya. “Saat berbicara dengan sesama pria, biasanya mereka dalam posisi menyamping. Nah, bila ia berbicara dengan posisi demikian, ini artinya ia sama sekali tidak tertarik pada Anda” jelas Greg Hartley, penulis buku I Can Read You Like a Book: How to Spot the Messages and Emotions People Are Really Sending With Their Body Language.


Penulis : Prima Kelara

7 Alasan Mengapa Si Dia Belum Mengakui Hubungannya dengan Anda

Rasa-rasanya hubungan sudah lebih dari teman, tapi kok dia tak pernah mengenalkan atau menyebutkan Anda sebagai kekasihnya ya? Sebelum mengembangkan asumsi, sebaiknya simak dulu 8 alasan mengapa si dia masih ragu menganggap Anda kekasihnya.
1. Sebenarnya tidak menaruh minat pada Anda. Si dia menyukai Anda, tapi cintanya tak cukup besar untuk memiliki Anda seutuhnya sebagai kekasih. Di depan teman-temannya mungkin dia akan berkata seperti ini, ”Dia memang lucu, menyenangkan, tapi kalau buat jadi pacar, apalagi calon istri kayaknya nggak deh.” Nah, kalau Anda mendengar dia berkata seperti itu, sebaiknya cari pria yang lebih baik ya.
2. Milik seseorang. Ketika Anda mulai memikirkan kemungkinan si dia adalah milik seseorang, berhentilah menyangkalnya dalam hati. Percayalah, 70,5% dugaan Anda benar. Biar yakin, segera cari tahu kebenarannya. Apakah dia selalu menelepon dengan sembunyi-sembunyi, misalnya. Sebab bisa jadi, si dia tak pernah mengajak Anda berkomitmen karena memang sudah memiliki pasangan.
3. Takut gagal. Komitmen menjadi hal yang menakutkan bagi pria. Biasanya ini disebabkan oleh pengalaman buruk di masa lalu, yang kemudian membuatnya takut untuk menjalin hubungan serius. Si dia pun mencari cara aman dan nyaman menjalani dengan hubungan. Tentukan tenggat waktu sampai kapan Anda akan menjalani hubungan tanpa status.
4. Beda level. Salah satu hal yang membuat seorang pria ragu untuk mengajak Anda berkomitmen, bila Anda berada di level lebih tinggi darinya. Entah itu jabatan lebih tinggi, penghasilan lebih besar, latar belakang sosial, bahkan sebagian pria merasa tak nyaman jika tinggi badan Anda jauh lebih tinggi darinya. Pasalnya, ini berkaitan dengan egonya. Sebagai pria tentu, mereka ingin terlihat lebih sukses, bisa melindungi, dan bisa diandalkan.
5. Terlalu "murah" perhatian. Setelah lulus kuliah, Anda diberi tempat tinggal, mobil mewah, dan aliran dana oleh orang tua. Dengan situasi seperti ini, apakah Anda merasa perlu mencari pekerjaan dan bersaing dengan ribuan calon karyawan di luar sana? Ya! Inilah yang dirasakan para pria, ketika dengan mudahnya Anda selalu memberi perhatian, setia menemaninya, setia menantinya.

Jika Anda berperan sebagai kekasihnya sebelum Anda resmi menjadi kekasihnya, percayalah ini takkan menjadi jaminan akan meluluhkan hati si dia.
6. Sedang memilih. Setiap orang berhak mempertimbangkan setiap keputusan yang akan dipilih untuk kehidupan cintanya, termasuk si dia. Bisa jadi, kini ia masih ragu dengan perasaannya atau bahkan diam-diam ia sedang memilih antara Anda dan perempuan lain. Jika, ia memang punya beberapa pilihan, lebih baik tinggalkan si dia lebih dulu. Cinta Anda bukanlah pilihan. Anda pun berhak mendapatkan pria, cinta, dan kebahagiaan yang lebih baik.
7. Mengaku tidak suka komitmen. Ketika seorang pria sudah menyebut dirinya sebagai “player”, ini adalah sinyal buruk bagi perempuan di sekitarnya, bahwa ia takkan menjanjikan Anda sebagai kekasihnya. Jadi, jangan pernah menanti dan berharap si dia akan meminta Anda menjadi kekasihnya dan serius menjalin komitmen. Pria tipe ini selalu senang menikmati kedekatannya dengan banyak perempuan.

Penulis : Prima Kelara