Muriolobo

Foto yang diambil di salah satu jembatan di desa Muriolobo, Mayong, Jepara, Jawa Tengah, Indonesia

UNDIP

Gedung Prof. Soedarto - Undip, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia

Perpustakaan

Perpustakaan Stienu Jepara, Jawa Tengah, Indonesia`

Undip

Gedung Prof. Soedarto - Undip, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia

Warung SS

Warung Serba Sambal, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia

Tampilkan postingan dengan label Travel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Travel. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Juni 2013

Wisatawan Ramai ke Rinjani, Pendapatan Masyarakat Meningkat



Direktur Eksekutif Rinjani Trekking Management Board, Asmuni Ispan mengatakan, keberadaan obyek wisata pendakian Gunung Rinjani membuka peluang kerja dan berusaha bagi masyarakat sekitarnya.

"Sejalan dengan semakin ramainya wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Gunung Rinjani (3.726 meter di atas permukaan laut), pendapatan masyarakat juga semakin meningkat," katanya di Mataram, Jumat (28/6/2013).

Asmuni mengatakan, keindahan dan keunikan Gunung Rinjani menjadi daya tarik bagi wistawan mancanegara dan nusantara untuk berkunjung ke obyek wisata tersebut. "Ini memberikan berkah bagi masyarakat sekitarnya, karena terbuka peluang kerja dan berusaha," ujarnya.

Wisata pendakian Gunung Rinjani, menurut Asmuni, merupakan salah satu obyek wisata alam terbaik di Asia Tenggara. Kunjungan wisatawan ke obyek wisata minat khusus itu juga mengalami peningkatan setiap tahun.

Asmuni memaparkan, dengan kian berkembangnya obyek wisata pendakian membuka peluang berusaha bagi masyarakat sekitarnya. Ini terbukti pada awalnya jumlah Trekking Organizer (TO) terbilang minim, namun kini berkembang menjadi 18.

KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT Danau Segara Anak dilhat dari puncak Gunung Rinjani di ketinggian 3.726 mdpl.
Demikian juga jumlah "porter" (petugas pembawa peralatan dan barang pendaki) jumlahnya mencapai 250 orang di pintu pendakian Senaru, Kabupaten Lombok Utara, dan 150 orang di Sembalun, Lombok Timur. Di Teres Genit, Kecamatan Bayan, juga terdapat 100 orang porter.

"Berkembangnya wisata pendakian Gunung Rinjani juga memunculkan usaha baru, yakni pemandu wisata air terjun yang saat ini berjumlah 22 orang. Sementara jumlah pemandu perempuan yang sebelumnya hanya lima orang kini bertambah menjadi 32 orang.

Menurut Asmuni, usaha akomodasi juga berkembang cukup pesat, saat ini berjumlah 25 homestay, yaitu 16 unit berada di Senaru dan sembilan unit di Sembalun.

Pemangku adat yang disebut "melokak" juga mendapat rezeki dari kehadiran para wisaatawan itu, yakni melayani jasa "sembek" yakni memberikan tanda di dahi wisatawan dengan kapur sirih dan kunyit.

"Menurut kepercayaan masyarakat setempat, ini dimaksudkan agar tidak ada gangguan selama pendakian. Ini sekaligus sebagai salah satu upaya pelestarian budaya dan bisa dijadikan daya tarik wisata," kata Asmuni.

KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT Porter tim Ekspedisi Cincin Api Kompas membersihkan sampah saat akan meninggalkan tempat tersebut untuk turun dari Gunng Rinjanidi jalur Senaru, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (1/10/2011).
Dia mengakui dengan kian berkembangnya wisata pendakian Gunung Rinjani tersebut berdampak pula pada meningkatnya sampah di kawasan Gunung Rinjani. Hal itu disebabkan kurangnya kesadaran sebagian wisatawan terhadap pentingnya memelihara kebersihan.

Karena itu Asmuni menyambut baik workshop Perencanaan Penataan Destinasi Wisata dengan tema Pengelolaan Sampah di Gunung Rinjani  yang digelar awal pekan ini oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Jelang Dieng Culture Festival, "Homestay" Habis Dipesan



Puluhan homestay di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, telah habis dipesan oleh calon wisatawan yang ingin menyaksikan pergelaran Dieng Culture Festival (DCF) 2013, 29-30 Juni.

"Berdasarkan pantauan kami, 62 homestay di Desa Dieng Kulon (Banjarnegara) maupun 20 homestay di Desa Dieng Wetan (Wonosobo) telah habis dipesan calon wisatawan. Demikian pula di desa-desa sekitar Kawasan Wisata Dataran Tinggi (KWDT) Dieng," kata Wakil Ketua Panitia DCF 2013, Alif Faozi di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Kamis (27/6/2013).

Bahkan, menurut Alif, hingga saat ini masih banyak calon wisatawan yang berusaha mencari penginapan di sekitar KWDT Dieng guna menyaksikan pergelaran DCF 2013. Oleh karena itu, Panitia DCF berusaha menghubungi warga yang rumahnya belum dijadikan sebagai homestay agar bisa disewakan kepada calon wisatawan.

"Saat ini sudah ada beberapa rumah warga yang siap menerima calon wisatawan yang belum mendapatkan homestay," kata Alif yang juga Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) "Dieng Pandawa" Desa Dieng Kulon itu.

Kendati demikian, Alif mengakui fasilitas di rumah-rumah warga tersebut belum selengkap rumah yang telah dijadikan sebagai homestay. "Di rumah-rumah itu belum tersedia fasilitas water heater (pemanas air), sehingga kalau mau mandi harus merebus air," katanya.

Alif mengatakan bahwa kondisi tersebut menunjukkan tingginya animo calon wisatawan untuk menyaksikan DCF yang digelar satu kali dalam setahun dengan acara utama berupa ruwatan massal anak berambut gimbal.

Tradisi ruwatan masal yang akan digelar di pelataran kompleks Candi Arjuna pada Minggu (30/6/2013) bakal diikuti enam anak berambut gimbal.

Selain itu berbagai atraksi hiburan juga bakal digelar dalam rangkaian kegiatan DCF 2013, seperti peluncuran lampion hias pada Sabtu (29/6/2013) malam dan pergelaran musik jazz pada Minggu (30/6/2013) malam.

"Kami juga menyiapkan serangkaian kegiatan seni budaya, seperti festival film dan pergelaran kesenian tradisional khas Dieng," tambah Alif.