Muriolobo

Foto yang diambil di salah satu jembatan di desa Muriolobo, Mayong, Jepara, Jawa Tengah, Indonesia

UNDIP

Gedung Prof. Soedarto - Undip, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia

Perpustakaan

Perpustakaan Stienu Jepara, Jawa Tengah, Indonesia`

Undip

Gedung Prof. Soedarto - Undip, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia

Warung SS

Warung Serba Sambal, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia

Sabtu, 08 Juni 2013

USA: Paar macht im Garten ihres neuen Hauses einen einzigartigen Fund









In Kalifornien kaufte sich unlängst ein Pärchen ein Haus. Dieses wies im Garten ein unscheinbares Loch auf.

Doch was es damit auf sich hatte, dürfte absolut einmalig sein. Denn das Loch entpuppte sich als Abstieg zu einem rund 15 Meter tiefen Atombunker von 1961.

Doch damit noch nicht genug: Der Bunker war komplett eingerichtet mit allem was man im Ernstfall benötigt. Die Dinge stammten alle ebenfalls aus der damaligen Zeit.


 
 
referensi : http://www.shortnews.de/id/1031214/usa-paar-macht-im-garten-ihres-neuen-hauses-einen-einzigartigen-fund

Here Comes The Soon

We are announcing our exciting new partnership with Harlequin TEEN through this exclusive early launch of Shadow, a paranormal young adult novella by author Amanda Sun. Shadow tells the story of two teens whose worlds are about to change forever. Interwoven with tales of Japanese mythology, the novella is a prequel to Amanda’s debut novel Ink, the first book in her The Paper Gods series. Start reading it today, and watch the plot develop with new story updates every Tuesday and Thursday, exclusively on Wattpad until June 1st.



amandasun 

referensi : http://blog.wattpad.com/here-comes-the-sun-harlequin-teen-wattpad/

Senin, 01 April 2013

JEPARA CULTURAL FESTIFAL


Bulan April menjadi bulan yang sangat dinanti-nanti oleh masyarakat Jepara. Karena di bulan tersebut terdapat dua peristiwa akbar yang menjadi Hajat dari Kota Ukir. Tentu saja pada tanggal 10 April sendiri merupakan ambal warsa kota Jepara dengan Icon-nya Kura-kura raksasa dan pada tanggal 21 April adalah peringatan hari kelahiran pahlawan emansipasi wanita dari Jepara. Siapa lagi kalau bukan R.A. Kartini. Maka untuk memperingati hari Jadi, PEMKAB Jepara bekerjasama dengan SUARA KITA FOUNDATION mengadakan serangkaian kegiatan yang di helat sejak tanggal 5 - 22 April 2013 layaknya pesta yang tak kunjung usai dengan tema dan tempat yang berbeda disetiap harinya. Format acara dari Festival Kartini adalah pemberdayaan komunitas dan dilaksanakan oleh masyarakat Jepara pada khususnya. Macam rangkaian acara yang disajikan diantaranya seperti Jalan Sehat, kirab, launching buku Sosro Kartono, Jepara Cultural Festival dan masih banyak lagi yang lainnya.
Jepara Cultural Festival merupakan pergelaran Teater kolosal yang menceritakan tentang 4 kebudayaan yang di miliki oleh masyarakat Jepara. Empat cerita yang akan diangkat dalam pementasan adalah Kupat Lepet, Baratan, Jembul Tulakan, dan Obor – obor. Pementasan ini diramalkan akan menjadi salah satu pergelaran yang  begitu epic. Karena melibatkan ratusan pelaku seni dari berbagai komunitas Jepara, dengan tata panggung yang megah, bahkan beberapa Menteri ditaksir akan menghadiri perhelatan ini pada 11 April 2013 nanti yang bertempat di Alun-alun Kota Jepara pukul 19.30 WIB.
Menurut Kustam selaku salah satu Koordinator JCF, “Hingga hari ini kami sudah melakukan lobi-lobi kepada teater-teater sekolah dan beberapa komunitas di Jepara untuk turut berpartisipasi dalam Jepara Cultural Festival nanti dan diharapkan akan semakin banyak yang akan turut andil.”
Beberapa teater sekolah tersebut diantaranya:

  1.  Kresna
  2. Tekad
  3. EPOS
  4. SUMEH
  5. BOSSAS
  6. PETIR
  7. BHAPA
  8. KUSUMA
  9. BISSU
  10. dll..
Sedangkan dari komunitas-komunitas tersebut diantaranya:

  1. Carang Pakang
  2. GAPERTO
  3. Putra Putri Bukit Barisan (RAKITAN)
  4. Macan Putih
  5. Tari Anak Serneni
  6. Teater Lor
  7.  IPNU – IPPNU (Margoyoso)
  8. SKT
  9. Dewan Teater Jepara
“Tujuannya dari pementasan ini selain menyuguhkan nuansa tersendiri bagi masyarakat, diharapkan Festival Kartini bisa menjadi tradisi Jepara dan kedepannya dapat menjadi agenda tahunan yang memiliki skala Nasional bahkan Internasional. Rangkaian acara ini sebelumnya belum pernah disajikan di Jepara. Sehingga ini merupakan awal yang nantinya akan menjadi tragedi yang besar.” Ungkap optimis dari Udik Agus D.W. selaku salah satu Art Director Festival Kartini.

Sabtu, 09 Maret 2013

Nurul, Penderita Tumor Mata di JEPARA

Akhirnya hari ini, pukul 12 lebih bersama Nopal Pejantan Tambun menuju rumah DOI dengan perantara bang Odi yang berjasa menginformasikan kondisinya lewat jejaring sosial Kaskus. Kira-kira pukul 12.45 kami sampai, tetapi Doi belum pulang sekolah. Namanya Nurul Mu’asyiroh adalah siswi kelas VII di MTS dekat rumahnya di daerah Desa Margoyoso Gg. Kauman 3 No. 72 RT 6/RW III Kalinyamatan Jepara 59467. Seperti kebanyakan anak lain dilingkungannya. Dirinya menghabiskan masa kecil dengan sekolah di pagi hari, bermain di rumah sepulang sekolah terkadang menjadi buruh poles monel
"lumayan untuk tambahan uang saku", kata ayahnya sembari tersenyum.
dan mengaji di musola dekat rumah pada malam harinya.

Beberapa kali orang tuanya membujuk dirinya agar tetap di rumah dan mengurangi aktifitasnya di luar seperti sekolah, mengaji, bermain bahkan bekerja karena mereka kasihan dan tidak tega jika anaknya diperolok oleh teman-temannya terutama teman laki-laki. Asiknya, Doi cuek saja dan dengan ceria, bersikukuh untuk sekolah dan menjalankan aktifitasnya…lihat aja senyumnya dab.
Meski berbeda dirinya tetap semangat menjalani hidup dan patut untuk kita apresiasi akan kemauan belajarnya.

Penyakit tumor mata dideritanya sekitar kelas 3 SD, ketika itu Doi diminta tolong oleh tetangga depan rumahnya persis untuk menjadi Putri Domas. Selang beberapa bulan setelah itu mata kirinya gatal dan timbul bintik kecil yang seiring berjalannya waktu semakin membesar. Setelah diupayakan dari segala arah doi baru bisa dioperasi ketika duduk dibangku kelas 5 SD. Tentunya tidak serta merta sembuh seperti sedia kala. Karena waktu itu dokter menyatakan cukup. doi sendiri pun kala itu takut dan tidak mau matanya diangkat. Pengobatan secara herbalpun dilakukan sebagai upaya penyembuhan. Akan tetapi, efek positif tidak memperlihatkan perkembangan yang diharapkan. Setelah dibujuk beberapa kali oleh keluarga, akhirnya Doi mau untuk dioperasi angkat mata kiri harapannya agar akar tumor di mata kiri bisa amblas.Sekarang yang menjadi kendala adalah biayanya dari mana ? Setidaknya dibutuhkan 50-100 Juta rupiah untuk operasi.

  
Menurut pengakuan ayahnya yang sudah lansia dan memiliki tiga cucu yang mantan buruh emas dan sempat pensiun karena mengalami stroke. Meskipun sudah tidak sakit lagi tetapi tuturnya masih terbata-bata saat berbincang dengan kami. Ibunya sendiri adalah ibu rumah tangga yang memiliki riwayat sakit tumor ditenggorokan selang setelah sang ayah sembuh dari sakit. Masih terlihat goresan bekas sayatan pisau operasi dileher ibu Doi. Nah, baru si Doi yang sakit. Memang cobaan itu datangnya tak diduga dan bisa datang dari arah mana saja oleh Tuhan Yang Maha Kuasa dan tentunya pasti ada hikmah serta pelajaran yang teramat sangat berharga bagi mereka yang mau belajar dan mau mengerti. Begitu juga bantuan yang bisa datang tak terduga dari arah mana saja.
Sebelumnya doi juga sempat mendapat bantuan dari Bupati Jepara ketika dijabat oleh Pak Hendro berupa JPS dan bentuk lain, aku ayahnya. Tapi, sayangnya selain JPS belum ada bentuk bantuan lain yang disalurkan kepada Doi, menurut keterangan ayah Doi tadi.

nah, Kebetulan beberapa waktu lalu saya dihubungi oleh DhioPanji selaku ketua JACT untuk membantu evennya JACT CHARITY NIGHT tanggal 23 Februari 2013 pukul 19.00-22.00 WIB yang dananya akan disumbangkan untuk Doi. Selain itu JACT juga membuka REKENING agar temen-temen yang berada nan jauh di sana bisa turut berpartisipasi. Seperti penggalan lirik lagu ini moga bisa bantu ngingetin kita sob

“Orang bilang Indonesia kurang banyak orang mampu. Padahal yang bener orang yang mampu kurang mau memberi dan kalo kita beramal gak Cuma Setahun sekali bukannya nanti yang seneng juga Elo sendiri. Pandji Pragiwaksono feat Tompi - Ada yang Salah”

So berbondong-bondonglah dan bahu membahu menolong dalam kebaikan. Doi salah satunya

*) Tampilan foto di atas berdasarkan izin keluarga